Jakarta - Jika nantinya para operator seluler telah
mengimplementasikan infrastruktur jaringan berbasis protokol internet
(IP) maka tarif layanannya yang dinilai masih mahal itu bisa dipangkas
hingga 90%.
Demikian setidaknya menurut Group Head Brand Marketing Indosat, Teguh
Prasetya. "Sayangnya, belum semua infrastruktur seluler telah berbasis
IP. Begitu juga dengan radio interface-nya," ujarnya di Kantor Pusat
PT Indosat, Jakarta, Kamis (14/2/2008).
Teguh juga berpendapat, dengan hadirnya teknologi telekomunikasi
berbasis IP terbaru yang disebut Long Term Evolution (LTE), nantinya
tarif komunikasi data, suara, dan video bisa turun hingga
sepersepuluhnya atau dipangkas sekitar 90% karena kanal atau saluran
untuk komunikasi yang disediakan juga semakin besar.
"Namun, penurunan tarif sangat tergantung dari jumlah pengguna. Misal,
dari sepuluh kanal yang tersedia kalau penggunanya cuma satu, maka
tetap mahal karena tarifnya cuma dibebankan ke satu pengguna itu saja.
Tapi, kalau penggunanya makin banyak, tarif otomatis akan turun karena
bebannya dibagi sama rata," jelasnya.
Teknologi LTE yang merupakan upgrade untuk jaringan GSM, CDMA, WCDMA
atau HSPA, dianggap dapat menyediakan akses layanan internet cepat
dengan tingkat delay rendah melalui mobile broadband. Saat ini,
teknologi tersebut tengah digadang-gadang sebagai cikal bakal
teknologi generasi keempat (4G).
Courtesy: Detik.com
16 Feb 2008
Berbasis IP Tarif Seluler Bisa Turun 90%
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 comments:
Poskan Komentar