14 Apr 2008

Installasi Dual Boot Debian Etch Minimal

Awal’a aq meng-install Debian Sarge, lantas mentok d saat installasi xserver-xorg’a ketimbang pusing lalu aq install Debian Etch saja

Sebelumnya, buat partisi lewat Win** menggunakan Acronis.Partition.Expert.2003.
Sediakan partisi untuk instalasi linux debian etch. Partisi yang dibutuhkan adalah swap sebesar 512MB dan reiserFS sebesar (min) 5GB

Selanjutnya tentu aq siapin dulu netinstall cd. Ambil iso nya lalu di burn (contohnya, untuk saat ini aq mengambil debian-40r1-i386-netinst.iso). Setelah cd jadi, langkah selanjutnya tentu saja installasi
Waktu booting awal, akan terdapat tulisan enter to boot. Tekan Enter untuk memulainya.
Choose your language

Pilih saja bahasa English biar mudah dipahami.
Choose your country, territory or area
Buat negara kita tercinta, pilih Other, kemudian Indonesia.
Keymap to use
Pake defaultnya aja. Jadi langsung tekan Enter.
Hostname
Tuliskan hostname untuk menamai komputer kamu, ato juga sebagai root. Defaultnya debian.
Domain
Isi domain untuk komputer kamu. Di sini aq isi aktivis-linux.homelinux.org.
Partitioning method
Di sini adalah proses utama yang sangat mematikan. Karena jika salah nge-‘click’, partisi Win** mu akan ilang aq kasih tau sedikit cara menanganinya Pilih Manually edit partition table
Kamu akan disuruh untuk mengotak-atik partisi HD .
Partition disks
Pilihlah partisi reiserFS yang telah kalian buat sebelumnya. Hapus partisi tersebut dengan memilih Delete the partition. Kemudian pilih kembali partisi tersebut untuk membuat partisi baru (Create a new partition) dan tentukan ukuran dari partisinya.
Langkah selanjutnya, pilih reiserFS pada Use as, format partisi (Format the partition), Mount point : /, Bootable flag : on. Berikutnya Done setting up the partition, dan akhiri dengan Finish partitioning and write changes to disk.
Use as : ReiserFS
Format the partition : yes
Mount point : /
Bootable flag : on
Done setting up the partition

Finish partitioning and write changes to disk
Select a city in your fine zone
Pemilihan ini digunakan untuk memilih time zone daerah kita. Kalo GMT+7 pilih Jakarta ( Banda Aceh blon ada se ).
Root password
Digunakan untuk password root.
Full name for the new user, Username for your account, User password
Digunakan untuk membuat nama user beserta passwordnya.
Use a network mirror
Untuk pertanyaan ini jawab aja No.
Choose software to install
Pilih defaultnya sajaStandard system
Install the GRUB boot loader to the master boot record?
GRUB (Grand Unified Bootloader) digunakan untuk memilih OS (Operating System) yang dijalankan pada saat pertama kali dinyalakan. Oleh karena itu, jawablah Yes agar bisa memilih OS yang diinginkan.
Installation complete

Restart!!!!
Sebelum nginstall, ubahlah isi sources.list yang ada pada /etc/apt/sources.list. Kalo di ITS bisa menggunakan
aktivis-linux:~# nano /etc/apt/sources.list

kemudian ubah menjadi
deb http://debian.its.ac.id/debian etch main contrib non-free
deb http://debian.its.ac.id/debian etch-proposed-updates main contrib non-free

Sesuaikan dengan mirror favorit kamu

Setelah itu, lakukan pengupdatean
aktivis-linux:~# apt-get update

Langkah awal sudah dilalui.
Berikutnya install xserver…
aktivis-linux:~# apt-get install xserver-xorg xorg

Nanti akan ditanyai
Configuring xserver-xorg
sesuaikan dengan VGA kamu, defaultnya 1024x768 kebawah.
Install juga XFCE atau sesuaikan dengan seleramu…
aktivis-linux:~# apt-get install xfce4 xfce4-goodies
aktivis-linux:~# apt-get install xdm
Openssh server, penting untuk ngeremote debian kita…klo ada yg lebih suka mengkonfigurasi debian secara remote, maka ketikkan…
aktivis-linux:~# apt-get install ssh
Karena lebih terbiasa menggunakan editor vim ketimbang nano maka aq menginstall vim di Debian Etch yg aq gunakan
aktivis-linux:~# apt-get install vim
Ketikkan aktivis-linux:~# startx pada user (bukan root).
Nah sekarang baru bener-bener beres. Debian siap untuk dikonfigurasi lebih lanjut sesuai dengan keperluan

Thanks buat bang Exitnull, klo ga d komporin aq g akan pernah nyoba Debian ne

Tidak ada komentar: