24 Feb 2008

Kali Pertama, Bomber Siluman Jatuh Sendiri

WASHINGTON - Angkatan Udara (AU) Amerika Serikat (AS) malu besar. Pesawat andalannya, pengebom supercanggih B-2, jatuh setelah gagal take off dari Pangkalan Udara Andersen di Guam, Kepulauan Pasifik, pada Sabtu (23/2) sekitar pukul 10.45 waktu setempat. Ini insiden pertama pesawat antiradar berjuluk "Siluman" itu jatuh sejak diperkenalkan ke publik pada 1988.

Kapten Sheila Johnston, juru bicara Komando Tempur Udara Pusat Pangkalan Udara Langley di Virginia, AS, mengatakan, dalam insiden itu dua pilot dilaporkan selamat.

Kedua awak yang dirahasiakan namanya itu dari satuan tempur 509. "Kami segera menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan," tegas Johnston.

US Air Force memang pantas malu. Insiden pesawat jatuh kemarin adalah kali kedua dalam pekan ini. Sebelumnya, pada Rabu (20/2), dua jet F-15C milik US Air Force bertabrakan dalam sebuah sesi latihan bersama di Teluk Meksiko. Pesawat itu dari satuan tempur 33 dari Pangkalan Udara Eglin dekat Pensacola, Florida. Tabrakan itu merenggut nyawa seorang pilotnya.

Menurut Mayor Eric Hilliard dari pangkalan udara Hickham, Hawaii, pesawat B-2 berbobot 152,6 ton itu jatuh sesaat setelah lepas landas bersama tiga pesawat sejenis. Kecelakaan terjadi saat satu dari tiga pesawat yang mampu melaju 716 km per jam itu tiba-tiba meluncur ke bawah. Ini jadwal terbang mereka yang terakhir setelah beroperasi empat bulan. Akibat kecelakaan ini, tiga pesawat tempur lain langsung diamankan di Guam. "Sebelum pesawat siluman B-2 jatuh, sebetulnya ada satu pesawat siluman lain yang berhasil lepas landas. Namun, pesawat itu kita panggil ke pangkalan beberapa saat setelah insiden," jelasnya.

Juru bicara Pentagon Geoff Morrell segera mengonfirmasi kejadian itu ke Menteri Pertahanan Robert Gates. Tapi, Gates yang sedang melawat ke beberapa negara pasifik, termasuk Indonesia, menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sementara itu, Mike Cruz, pejabat Gubernur Guam bersyukur tak ada korban jiwa dalam jatuhnya pesawat yang dibuat dari bahan thermoplastic itu. "Kami berterima kasih atas keselamatan para pilot," katanya. Dia menambahkan, pihak AU dan Guam memiliki riwayat hubungan yang cukup panjang. Jadi, mereka bisa bahu-membahu dalam keadaan seperti ini.

Seorang saksi mata, Jeane Ward, warga Desa Yigo yang sedang mengunjungi suaminya di pangkalan Andersen mengaku melihat asap tebal membubung dari reruntuhan pesawat di belakang menara kontrol pangkalan. Orang-orang pun langsung mendatangi reruntuhan bersama regu penolong. "Semua orang langsung menelepon menggunakan ponsel, dan yang kali pertama ingin mereka ketahui adalah nasib kedua pilot," imbuhnya.

Semua pesawat siluman sebenarnya bermarkas di Pangkalan Udara Whiteman di Missouri, AS. Namun, beberapa pesawat, sejak 2004, dialihkan pangkalannya ke Guam bersama pesawat tempur B-1 and B-52. Pengalihan itu terkait rencana AS memperkuat pertahanan di Asia Pasifik. Sebagian lain difokuskan untuk berperang di Timur Tengah.

B-2 diperkenalkan ke publik pada 1988 dan baru diterbangkan setahun kemudian. Pesawat siluman bisa terbang setinggi 9,656 kilometer dari ketinggian laut tanpa mengisi bahan bakar. Siluman-siluman itu kerap terlihat di area Kosovo, Iraq, dan Afghanistan. Pembuatan pesawat futuristik berbentuk segitiga itu menghabiskan USD 1,2 miliar (sekitar Rp 11,160 triliun) per unit. Biaya tersebut menjadikan pesawat bomber siluman menjadi pesawat militer termahal di dunia. (AFP/AP/BBC/bro/kim)

Courtesy: Jawa Pos

22 Feb 2008

Microsoft Luncurkan Tiga Program Windows Baru

Jakarta (ANTARA News) - Microsoft segera meluncurkan tiga piranti lunak terbaru untuk infrastruktur dan plaftorm aplikasi yaitu Microsoft Server 2008, Microsoft Visual Studio 2008 dan Microsoft SQL Server 2008.

Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia, Tony Chen dalam jumpa pers peluncuran tersebut di Jakarta, Kamis, mengatakan Indonesia merupakan negara pertama yang diberi kesempatan untuk peluncuran pertama di kalangan negara Asia.

"Bisa dikatakan preview pertama Windows Server (2008) di Indonesia. Peluncuran resmi di Los Angeles baru akan dilakukan 27 Februari," kata Tony yang dalam jumpa pers tersebut ditemani oleh Server Business Group manager PT Microsoft Indonesia Adrian Anwar, Presiden Direktur Sun Microsystem Indonesia Wibisono Gumulya, Direktur Marketing Hawlett Packart Indonesia Jurius dan William Wu dari Intel Teknologi Indonesia.

Acara peluncuran piranti lunak dengan tema Windows Wave 2008 tersebut diklaim Microsoft sebagai acara peluncuran terbesar dalam sejarah perusahaan.

Untuk di Indonesia, peluncuran secara resmi di Indonesia sendiri akan dilakukan di Jakarta Convention Center, pada 4 Maret 2008.

Sedangkan Adrian Anwar mengatakan seri Windows Server 2008 tersebut merupakan produk server yang mendapat sambutan paling antusias dari para profesional dan pengembang teknologi informasi dibanding produk Microsoft sebelumnya.

Di Indonesia sebanyak 1.360 profesional yang bekerja di 80 mitra bisnis Microsoft telah membantu pelanggan dalam mengimplrementasikan teknologi Windows Server 2008, sekitar 2.000 profesional teknologi informasi, 220.000 kopi Evaluation Copy dan 21.800 e-book Windows Server yang ditulis oleh komunitas yang diunduh di internet.

Windows Server 2008 juga telah diujicoba oleh 550 perusahaan termasuk PT Bank Central Asia, PT bank Mandiri dan PT Allianz Utama Indonesia, bahkan BCA menjadi early adopter (pengguna awal) terbesar di dunia yang telah menguji penggunaannya pada branch delivery system.

"BCA mencoba untuk 800 cabang dengan 180 server dan telah tercatat sebagai studi kasus global," ujar Adrian. Selain BCA, early adopter lainnya antara lain Bank Mandiri dan Allianz.

Windows Server 2008 merupakan sistem operasi yang ditujukan untuk kebutuhan server. Software ini menawarkan fitur-fitur yang mendukung manajemen infrastruktur teknologi informasi melalui jaringan (network management) yang lebih baik dari versi sebelumnya, Windows Server 2003.

Aplikasi yang diunggulkan antara lain virtualisasi untuk menjalankan berbagai aplikasi dalam platform apapun dan server core untuk mengatur fasilitas sesuai kebutuhan dan daya dukung hardware dan lingkungan infrastrukturnya

Trik Sederhana Mencari Ilmu di Internet

Bagi yang sering surfing di Internet akan terasa sekali bahwa tidak
mudah untuk mencari ilmu di Internet. Seringkali pada saat kita
surfing justru tenggelam dalam lautan informasi; terlalu enak membaca-
baca tanpa tujuan yang jelas; melihat-lihat berbagai etalase informasi
di berbagai situs tanpa tujuan yang jelas hanya untuk memuaskan mata &
pikiran; memang pada akhirnya kita akan memperoleh banyak informasi
tapi belum tentu memperoleh sesuatu yang betul-betul bermanfaat atau
biasanya maksimum kita akan memperoleh berita-berita / informasi
terakhir sebagai pengganti koran.

Bagi anda yang mempunyai waktu yang sempit saya yakin tidak mungkin
menggunakan pola-pola di atas untuk melakukan surfing di Internet.
Kita perlu menggunakan metoda / pola yang baik supaya bisa memperoleh
informasi yang sangat spesifik dengan baik dalam waktu yang singkat.
Satu hal yang perlu di pegang erat-erat pada saat kita surfing adalah
menentukan dengan sangat jelas niat / tujuan utama pada saat surfing
tersebut - apa yang akan kita cari? Pada kesempatan ini saya akan
memberikan sedikit tip & trik jika kebetulan niat anda adalah mencari
ilmu di Internet.

Untuk menghemat waktu & pulsa biasanya saya surfing pada pukul 4-6
pagi (subuh); pada saat itu tidak banyak orang yang menggunakan
Internet sehingga pengambilan informasi dari Internet dapat dilakukan
dengan cepat & effisien. Teknik-teknik untuk melakukan sinkronisasi
menggunakan browser yang kita gunakan (seperti Internet Explorer) ada
baiknya di kuasai supaya tidak menghabiskan waktu / pulsa untuk
membaca informasi tersebut akan tetapi cukup mendownload semua
informasi tersebut ke PC yang kita gunakan & membaca-nya kemudian
secara off-line pada saat telepon kita putuskan. Teknik sinkronisasi
pernah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya; dan sangat penting
untuk menghemat waktu dalam mendownload berbagai informasi setelah
situs-nya di temukan.

Untuk mencapai situs / informasi yang tepat trik yang harus digunakan
sebetulnya tidak terlalu rumit. Cara yang paling effektif / sederhana
adalah:

" Menggunakan search engine di Internet.

" Menggunakan keyword yang benar.

Jika kedua hal tersebut anda lakukan dengan baik & benar maka akan
diperoleh ilmu & pengetahuan yang baik.

Ada banyak sekali search engine di Internet. Search engine hanyalah
memuat daftar alamat situs (berbentuk Universal Resource Locator -
URL) & subjek yang di bawa situs tersebut saja. Search engine umumnya
tidak membawa informasi itu sendiri. Beberapa search engine favourite
saya adalah:

http://www.yahoo.com

http://www.infoseek.com

dan untuk mencari hal-hal yang berkaitan untuk pendidikan anak-anak
saya biasanya menggunakan:

http://www.yahooligans.com

Tampak pada gambar adalah tampilan yahooligans.com. Saya sangat
menyarankan bagi anda yang mempunyai putra-putri untuk menggunakan
situs ini untuk mencari hal-hal yang bermanfaat untuk menunjang
pendidikan anak.

Yahoo.com & infoseek.com mempunyai karakteristik yang berbeda;
biasanya jika kita mencari hal-hal yang cukup solid atau mencari dalam
kerangka institusi, negara dll saya biasanya menggunakan yahoo.com.
Untuk hal-hal yang betul-betul baru atau belum terstruktur dengan baik
maka saya menggunakan infoseek.com.

Selanjutnya adalah penggunakan keyword yang tepat. Keyword tersebut di
ketikan ke dalam kolom yang kosong di search engine. Tampak pada
contoh situs yahooligans.com kolom untuk memasukan keyword terletak di
sebelah tombol "search".

Keyword favourite saya adalah:

FAQ

Whitepaper

FAQ adalah Frequently Asked Questions (FAQ). Sesuai namanya FAQ akan
memuat berbagai jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan dalam
sebuah bidang. Saya biasanya menggunakan FAQ sebagai awal dalam
mencari berbagai informasi / pengetahuan yang saya butuhkan.

Whitepaper adalah istilah bagi berbagai ilmu / informasi yang memang
di sebarkan secara gratis / cuma-cuma di Internet. Kita cukup
menambahkan beberapa keyword tambahan yang menjelaskan tentang ilmu /
informasi yang spesifik yang kita cari, contoh:

Faq gardening

Whitepaper telecommunication

Faq distance learning

Dengan menggunakan rangkaian keyword tersebut hampir di jamin anda
akan memperoleh informasi / pengetahuan yang anda cari. Tentunya
karena kita menggunakan internet maka informasi / pengetahuan yang
terbanyak umumnya mengunakan bahasa inggris - konsekuensi-nya keyword
yang digunakan sebaiknya dalam bahasa inggris agar kemungkinan
memperoleh ilmu yang di cari dapat maksimal.

Selamat mencoba.
___________
Dr. Onno W Purbo -- Praktisi Teknologi Informasi

18 Feb 2008

Sehelai Surat dari Kekasihku

"Aku ingin putus". Kalimat tersebut meluncur begitu saja dari bibir mungilnya. Kupandangi wajahnya dengan penuh tanya, tak dapat kusembunyikan kerut di dahiku. Aku kaget. Rasanya, hubungan kami baik-baik saja, setidaknya kami tidak bertengkar dalam satu bulan terakhir. Hmm sebentar, sepertinya, sudah lama sekali kami tidak ribut. Tidak ada yang salah kan?

"Kenapa?" tanyaku kebingungan. Dia masih menunduk dan sepertinya tidak berniat mengangkat kepalanya atau menjawab pertanyaanku. Kami membisu. Lama...

"Kamu nggak mencintaiku". Akhirnya, gadisku membuka suara. Namun, suaranya yang lembut itu malah menuturkan kepedihan yang mendalam. Siapa bilang aku tidak mencintainya?

Bidadariku, impianku... Dia persis seperti apa yang kuimpikan selama ini, satu-satunya gadis yang bisa memenuhi segala inginku. Dia cantik, lembut, pintar, dan sangat menghormatiku. Laki-laki mana yang tidak mencintai wanita demikian?

"Aku mencintaimu, sayangku. Ada apa denganmu? Aku bingung". Sungguh aku bingung, dari mana dia mendapatkan ide gila seperti ini. Aku sungguh-sungguh mencintainya. Ya Tuhan, apa yang terjadi?

"Sebaiknya kamu pulang dulu". Kembali dia bersuara. Menyuruhku pulang. Aneh, biasanya, dia tidak pernah memintaku pulang sebelum aku sendiri ingin pulang. Kupandangi pucuk kepalanya, masih juga menumpukan pandangannya pada rerumputan di halaman pondokannya. Tempat biasanya kami menghabiskan waktu bersama sambil memainkan gitar bututku dan menyanyikan lagu cinta baginya. Dia akan mendengarkan dengan seksama, tak berkedip, hanya diam seakan terbawa suasana roman tersebut.

Kukecup puncak kepalanya, sama seperti biasanya ketika aku ingin pulang. Kekasihku masih tak bereaksi. Kulangkahkan kakiku ke luar pekarangan. Kepalaku penuh dengan dugaan. Biasanya, dia tidak pernah membantahku, dia menghormatiku, mendengarkan kata-kataku dengan penuh perhatian. Aneh sekali...

"Ga, ada surat di meja, dari Intan". Benny teman pondokanku menunjuk ke meja. Di sana tergeletak sebuah amplop putih, tertera namaku dengan jelas. ADIRANGGA PERMANA. Tulisan tangan yang sagat kukenal, kekasihku, DEWI INTAN PRASETYA. Lekas kurenggut surat tersebut dari meja, kubawa ke kamar.

Dear Angga,
Telah kulewati saat-saat manis bersamamu, aku sungguh-sungguh mencintaimu. Terima kasih telah memenuhi impianku memiliki seorang pangeran yang melindungiku, memegang tanganku di saat kujatuh dan menyanyikan lagu-lagu cinta yang indah.

Kusadari beberapa saat kemudian, aku begitu mencintaimu; hanya, aku tdak cukup yakin kau mencintaiku sebesar aku mencintaimu. Aku hanyalah bayangan bagimu, yang bisa kau atur sedemikian rupa sesuai dengan keinginanmu.

Awalnya kupikir, dirimu adalah sang pangeran yang melindungiku. Tapi, akhirnya, yang kurasakan hanyalah kungkunganmu yang yang terlalu mengikat. Aku tidak boleh bicara pada si A karena dia bisa melukaiku, si B tidak bisa menjaga rahasia, atau si C terlalu egois. Aku tidak pernah pergi ke mana pun selain bersamamu.

Awalnya, kupikir dirimu ada untuk memegang tanganku ketika kujatuh. Namun, pada akhirnya, pergelangan tanganku terasa sakit karena kau bukan hanya memegang, tapi juga mencekal tanganku dengan sangat keras.

Kau tidak suka kepada gadis yang lemah. Menangis adalah simbol kelemahan menurutmu. Aku tidak boleh menangis, bahkan ketika aku merasa sangat sakit.

Kau nyanyikan lagu-lagu cinta yang indah hanya karena kau ingin ada yang mendengarkan nyanyianmu. Kau tidak pernah menanyakan apakah aku menyukai lagu yang sedang kau lantunkan. Atau apakah aku sedang ingin mendengarmu bernyanyi? Atau, apakah aku sedang ingin kita pergi ke suatu tempat berdua? Semua keputusan ada di tanganmu.

Ah, semuanya terasa begitu indah, namun aku tidak tahan. Sungguh Angga, aku tergila-gila kepadamu. Tapi, rupanya, cinta saja tidak cukup. Tidak cukup jika orang yang kita cintai perlahan-lahan membuat kita kehilangan diri kita yang sebenarnya. Aku menjadi kekasihmu yang penurut tanpa keinginan sendiri.

Maafkan aku… Aku ingin menentukan jalanku sendiri. Maaf, sekali lagi maaf…


Termangu kupandangi helaian surat terakhir kekasihku. Rupanya demikian baginya.

Terbangun, kusadari jemariku masih menggenggam kuat surat Intan. Lusuh dan tak berbentuk surat lagi. Kupandangi surat itu sekali lagi. Masih kuterdiam, tak ada kata yang muncul dalam benakku. Otakku serasa lumpuh total, kaku.

Beranjak aku menuju kamar mandi. Kuguyurkan banyak-banyak air ke kepalaku, siapa tahu dapat menjernihkan pikiranku, melepaskanku dari kelumpuhan otak dan membuatku melihat masalah ini lebih jelas.

Bayangan Intan menari-nari dalam pikiranku. Tawanya saat kali pertama kami bertemu membuatku jatuh cinta, secantik bidadari. Dalam hati aku berjanji tidak akan membuatnya menangis, dia akan selalu tertawa bersamaku.

Akhirnya, kami berbicara tentang banyak keputusan demi kebaikannya. Ah, sebenarnya bukan kami yang bicara. Tapi aku. Intan mendengarkan saja. Kupikir, dia pendiam dan jarang bicara, dia banyak tersenyum. Yah, tak pernah kudapati lagi tawa selepas pertermuan pertama kami dulu. Salahkukah atas semua yang berubah pada Intanku, bidadariku?

Dear Intan kekasihku,
Bukan karena aku tidak cukup mencintaimu… Sebaliknya, aku sangat mencintaimu, tergila-gila kepadamu sampai tak kusadari bahwa segala usahaku telah melukaimu sedemikian perihnya.

Cinta tidak pernah salah, Tan. Hanya egoisme manusia saja yang menodai cinta, seperti aku sekarang. Egoismeku membuatku mencintaimu dengan cara yang salah.

Kusadari segalanya sekarang, Sayang… Maafkan aku. Beribu maaf karena telah melukaimu… Terima kasih telah menyadarkanku dari tidur panjang, tidur beralas dan berbantalkan tangis dan kepedihanmu.

Dalam hidupku, kau tetaplah bidadariku… Dirimulah satu-satunya bidadari yang berkenan menjejakkan kaki dalam hidupku dan membuat hidupku tidak akan pernah sama lagi.

Kuiringi langkahmu dengan doa, bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi. Masih… aku masih mencintaimu, tapi kuhormati keputusanmu. Langkah kecilku untuk mewujudkan kebahagiaanmu, melihat tawa lepasmu lagi, walaupun dari kejauhan.

Kulipat surat balasanku kepada Intan, mantan kekasihku. Seperti itulah status yang kusetujui atas permintaannya demi kebahagiaannya, demi tawa lepasnya lagi. Lega rasanya melepaskan kegalauanku atas kesalahan yang sudah kulakukan pada hidup gadis yang paling kucintai.

Kupelajari banyak hal dari helaian suratnya kemarin, sekarang kutempelkan di dinding kamar agar selalu ingat bahwa mencintai berarti membebaskan. Memercayainya untuk bertanggung jawab atas keputusan yang dibuatnya sendiri. Karena mencintai, tidak memberiku hak penuh untuk mengatur hidupnya.

Courtesy: Bonifacia Lau - Jawa Pos

17 Feb 2008

Tantra Totem Keberuntungan Cina

Anda mungkin tidak percaya ini tapi
nasehatnya luarbiasa.
Baca sampai habis, anda akan belajar
sesuatu !!!

SATU.
berikan mereka lebih dari yang mereka
harapkan dan
lakukan itu dengan senang
hati.

DUA .
Menikahlah dengan pria/wanita yang
anda cintai.
Ketika anda beranjak tua, keahlian
percakapan mereka
akan mejadi sepenting seperti hal lain.

TIGA.
Jangan percaya dengan apa yang anda
dengar,
Habiskan apa anda miliki atau tidur
semau anda.

EMPAT.
Ketika anda ucapkan, "Aku
mencintaimu", Seriuslah.

LIMA.
Ketika anda ucapkan, "Maafkan saya",
pandang mata orang itu.

ENAM.
Tunanganlah sedikitnya enam bulan
sebelum anda
menikah.

TUJUH.
Percayalah pada cinta pandangan
pertama.

DELAPAN.
Jangan tertawakan/remehkan impian
orang.
Orang yang tidak punya impian adalah
miskin.

SEMBILAN.
Cintailah dengan mendalam dan
bergairah.
Anda mungkin akan terluka,
tapi ini satu-satunya cara untuk
menjalani hidup sebenarnya.

SEPULUH.
Saat terjadi percekcokan/pertengkaran,
Janganlah menyebut nama.

SEBELAS.

Jangan menilai orang karena dengan
siapa mereka berteman.

DUABELAS.
Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.

TIGABELAS.
Ketika seseorang mengajukan
pertanyaan,
yang anda sendiri tidak ingin
menjawabnya,
tersenyumlah dan tanya, "Kenapa anda
ingin tahu?"

EMPATBELAS.
Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar
membutuhkan pengorbanan.

LIMABELAS.
Ucapkan "berkah bagimu" saat anda
mendengar orang
bersin.

ENAMBELAS.
Ketika anda kalah, jangan lupakan
pelajaran yang didapat.

TUJUHBELAS.
Hargai diri sendiri;
Hargai orang lain;
Bertanggung jawab pada semua yang anda
lakukan.

DELAPANBELAS.
Jangan biarkan pertengkaran kecil
merusak persahabatan yang besar.

SEMBILANBELAS.
Ketika anda sadar telah berbuat
kesalahan
Ambil langkah segera untuk
memperbaikinya.

DUAPULUH.
Tersenyumlah saat menerima
telepon.
Penelpon akan mendengarnya dari suara
anda.

DUAPULUH DUA.
Habiskan waktu sendirian.

Sekarang inilah bagian MENYENANGKAN
Tantra Totem telah dikirimkan ke anda
sebagai keberuntungan.
Ini telah dikirim kepenjuru dunia 10
kali.
Anda akan menerima keberuntungan dalam
4 hari dari kiriman berantai ini.
Kirimkan kepada orang-orang yang anda
pikir membutuhkannya.
Jangan buang uang karena ramalan tidak
ada harganya.

Jangan simpan pesan ini
Tantra Totem harus hilang dari tangan
anda dalam 96 jam.
Anda akan mendapatkan kejutan yang
menyenangkan.
Ini sungguhan, bahwa jika anda tidak
percaya tahayul sekalipun.
Kirim paling sedikit 5 orang dan hidup
anda akan meningkat
0-4 orang: Hidup anda akan
meningkat sedikit.
5-9 orang:
Hidup anda akan meningkat seperti yang
anda harapkan.
9-14 orang :

Anda akan memperoleh sedikitnya 5
kejutan dalam 3 minggu ke depan.
15 atau lebih: Hidup anda akan berubah
drastis!!

16 Feb 2008

Berbasis IP Tarif Seluler Bisa Turun 90%

Jakarta - Jika nantinya para operator seluler telah
mengimplementasikan infrastruktur jaringan berbasis protokol internet
(IP) maka tarif layanannya yang dinilai masih mahal itu bisa dipangkas
hingga 90%.

Demikian setidaknya menurut Group Head Brand Marketing Indosat, Teguh
Prasetya. "Sayangnya, belum semua infrastruktur seluler telah berbasis
IP. Begitu juga dengan radio interface-nya," ujarnya di Kantor Pusat
PT Indosat, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

Teguh juga berpendapat, dengan hadirnya teknologi telekomunikasi
berbasis IP terbaru yang disebut Long Term Evolution (LTE), nantinya
tarif komunikasi data, suara, dan video bisa turun hingga
sepersepuluhnya atau dipangkas sekitar 90% karena kanal atau saluran
untuk komunikasi yang disediakan juga semakin besar.

"Namun, penurunan tarif sangat tergantung dari jumlah pengguna. Misal,
dari sepuluh kanal yang tersedia kalau penggunanya cuma satu, maka
tetap mahal karena tarifnya cuma dibebankan ke satu pengguna itu saja.
Tapi, kalau penggunanya makin banyak, tarif otomatis akan turun karena
bebannya dibagi sama rata," jelasnya.

Teknologi LTE yang merupakan upgrade untuk jaringan GSM, CDMA, WCDMA
atau HSPA, dianggap dapat menyediakan akses layanan internet cepat
dengan tingkat delay rendah melalui mobile broadband. Saat ini,
teknologi tersebut tengah digadang-gadang sebagai cikal bakal
teknologi generasi keempat (4G).

Courtesy: Detik.com

Cinta dan Tetesan Hujan

Gerimis yang semalam turun tiba-tiba bersama datangnya embusan angin dingin dan kelambu kabut tipis membuat suasana pagi terlihat muram. Rea mengintip dari balik jendela kamarnya yang mengembun.

Lengang, tak tampak anak-anak kecil yang biasanya bermain atau berlarian di bawah sana. Sesekali, cuma mobil atau motor yang kebetulan melintas yang membuat suasana sedikit hidup. Tapi, itu pun tak lama. Gaduhnya suara air yang menerpa atap-atap rumah segera menenggelamkan kembali.

Hujan kian merantai Rea. Dia seharusnya telah duduk di kafetaria dekat sekolahnya dengan softdrink di meja sekaligus menepati janji bertemu Evelyn. Rea ingin menyampaikan sesuatu yang sudah setahun ini mengganggu pikirannya. Berharap Evelyn bisa memberikan jawaban yang sekaligus akan menuntaskan segalanya.

Langkah jarum jam menapak di angka sembilan lebih lima belas. Gumpalan-gumpalan hitam semakin pekat menyelimuti langit, disertai gemuruh dan kilatan cahaya. Itu membuat siapa saja enggan melangkah ke luar di pagi celaka ini. Rea pun sama, tak beranjak dari tempatnya semula sambil terus berharap cemas.

Lelaki itu memiliki ketakutan tersendiri terhadap hujan. Fobia telah menjangkitinya sekitar 10 tahun lalu saat dia menjenguk Ervan, teman masa kecil sepermainannya. Saat itu, Ervan terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit. Ini setelah berlama-lama bermain di tengah hujan deras. Kegelisahan yang tak pernah Rea ungkapkan itu menghantui. Serta selalu membuatnya cemas saat mendung mulai berarak menutup lazuardi langit.

Menit demi menit melangkah semakin jauh dari janji yang semula disepakati. Evelyn tentu telah lama menunggu. Perempuan itu terkenal on-time bila menyangkut waktu. Sepintas Rea berniat menghubungi Evelyn, lalu mengatakan beragam alasan ketidakhadirannya. Namun, sebelum merogoh ponsel dalam saku celana, buru-buru dia buang pemikiran itu. Rea bisa berbohong, tapi tidak pada Evelyn.

Pandangan Rea beralih ke sudut kamar. Di sudut antara dinding dan daun pintu tampak sebuah payung tegak bersandar. Setitik asa menggapai Evelyn muncul ke permukaan. Dengan sigap, dia meraih dan menggenggam erat gagang payung itu. Rea meyakinkan hatinya untuk tidak takut menghadapi hujan walau jauh dalam lubuknya dia sendiri tak yakin dengan itu.

Rea mengembangkan payungnya lebar-lebar. Keringat dingin seketika meleleh menggenangi wajah. Beradu dengan irama jantung yang berderap kencang saat dari balik payung yang terkembang itu menganga sebuah sobekan lebar. Rea dapat melihat sepotong gambar itu, poster Johan Cruyff-nya yang tergantung di dinding.

Payung yang terkembang itu ditutupnya kembali. Lantas diletakkan begitu saja di lantai. Perlahan, Rea menyandarkan dirinya di dinding, membenamkan wajah di antara lipatan kedua pahanya. Serta membiarkan hujan terus menundanya.

Sejam berlalu dan hujan belum juga puas mempermainkan Rea. Gemercik hujan masih berisik dan terdengar seperti suara sumbang yang menertawakannya. Rea berusaha menutup telinga. Namun, hatinya tak kuasa membendung gema suara itu. Kerunyaman sedikit buyar saat ponsel memanggilnya beberapa detik kemudian. Sebuah pesan dari seorang yang familier telah bersarang dalam inbox-nya.

Rea terperanjat. Mulutnya diam terbekap, tubuhnya tak henti gemetar, dan untuk sedetik dia merasa jantungnya tak berdenyut ketika serangkai kata: Aku pergi, jangan temui aku! menyeruak dalam layar.

Rea tak dapat berpikir jernih setelahnya. Dia semakin kalut saat sekelebat wajah masam Evelyn langsung melintas di pelupuk matanya. Rea ingin maju, namun tetes-tetes air yang terlihat seperti jarum-jarum tajam itu kembali memukulnya mundur. Kini, dia hanya mondar-mandir tanpa tujuan dalam ruangan yang tak begitu luas itu.

Setitik sinar menghampiri dan mengingatkannya kembali akan apa yang kemarin dibawa pulang Leona. Sebuah mantel yang sedikit dapat melindungi dan membawanya kepada Evelyn. Tanpa berpikir panjang, Rea langsung berlari menuju kamar Leona dan berharap mantel hujan kakaknya itu terlipat rapi di lemari.

"Kalau masuk ketuk pintu dulu!" bentak Leona, terkejut dengan kehadiran Rea yang tiba-tiba.

Rea tak menggubris. Matanya liar mencari lemari. Ketika matanya tertambat pada sebuah benda kayu setinggi satu setengah meter dengan sebuah pintu itu, dia semakin tak tertahan. Hampir saja Rea berhasil membukanya andai Leona tak lekas menghadang.

"Eh, kamu nggak sopan banget, Re! Mau cari apa di lemari Kakak, hah?" "Mantel. Pinjam mantelnya ya, Kak," kata Rea panik.

"Mantel apa?"
"Mantel hujan, yang kemarin Kakak beli. Aku pinjam sebentar ya, sebentar aja". Tangan Rea tak henti berusaha membuka lemari itu. Leona habis kesabarannya. Dia hempaskan Rea sebelum akhirnya mengusirnya.

"Nggak ada! Mantelnya dibawa Papa. Punya Papa hilang, pinjam punya Kakak! Udah? Puas? Sekarang keluar! Ganggu Kakak aja!" Leona membanting pintu, lalu menguncinya rapat.

Kening Rea mengernyit. Dia menyeret langkah gontainya kembali ke kamar. Kepalanya terasa berat dengan serangkaian hal yang berkecamuk. Gemercik masih terngiang saat Rea rebahkan dirinya di ranjang.

Andai hujan berhenti. Ah bukan. Andai aku tak punya fobia ini, mungkin aku tak harus menderita.
Rea memandang foto dirinya dan Evelyn yang terbingkai cantik. Dia menutup matanya, membayangkan kembali saat-saat ketika bersama Evelyn dalam foto itu. Saat mereka berdansa dalam sebuah pensi sekolah. Saat Rea pertama kali menyadari betapa cantik mata dan senyum Evelyn, serta merasakan getaran aneh dalam hatinya hanya dengan membayangkan saja. Perasaan yang terus mengganggu dan akan diungkapkan, andai dia menepati janji.

Rea memandang dirinya dalam cermin. Diamatinya setiap detail bagian dirinya. Dia bukan lagi anak kecil, kurus, pendek, dan berkulit kecokelatan karena sering bermain bola di terik hari. Masa hampir mengubah keseluruhan dirinya, kecuali rasa takutnya yang tak ikut terseret arus perubahan.

Rea tersengat. Dia menajamkan pandangan pada bayangan di hadapannya. Berkali-kali Rea berkata kepada orang dalam cermin itu: Kamulah yang menciptakan rasa takut ini, kamu sendirilah yang dapat menguasai dan mengalahkannya

Saat sedikit demi sedikit keberanian mulai bercokol, Rea membulatkan tekad melawan rasa takutnya. Dia berlari keluar. Dentam-dentam langkahnya terdengar menuruni tangga dan berakhir di balik pintu masuk. Bau hujan yang segar dan tampias air yang gemar membasahi ujung-ujung sepatu langsung menyapa Rea.

Derasnya hujaman air, siulan angin yang menghempaskan dedaunan, pun bayangan Ervan kecil yang sekarat terus menggoda Rea untuk kembali ke dalam. Namun, ketakutannya akan kehilangan cinta Eveyln membuat semua itu serasa tak berarti.

Rea nekat berlari dan terus berlari tanpa peduli lagi betapa takut dan dingin dirinya. Pelarian di tengah hujan yang kemudian mengantarnya ke depan pintu pagar rumah Evelyn. Rea diam berdiri, berharap Evelyn melihatnya.

Gema azan Duhur telah terdengar di segenap penjuru. Namun, dari balik pintu itu masih nihil hadirnya seseorang yang peduli pada Rea. Dia tetap bertahan walau gemetar melanda tubuhnya yang tiada henti dihujam.

Tak lama, seorang perempuan dengan rambut hitam panjangnya yang basah dan wangi tubuh yang akrab di hidung menghampiri Rea dari belakang. Mengajaknya berlindung di bawah payung.

"Kenapa diam di sini? Nanti sakit. Aku kan sudah bilang, jangan temui aku. Mendadak aku hares nganter Nagita les piano, terus ke airport jemput sepupu yang pulang dan London. Di tengah jalan, mobilku mogok, mampir lagi ke bengkel. Jadi aku nggak sempat ke kafetaria," kata Evelyn dengan suara agak keras karena terhalang hujan. "Tuh," sambungnya sambil menunjuk sedan hitam yang tak jauh di belakangnya.

Rea heran, tak mengerti. "Bukannya kamu marah aku yang nggak datang, terus kamu nggak mau ketemu aku lagi?"

Giliran Evelyn memasang mimik heran. Untuk beberapa saat keduanya saling diam tak mengerti. Rea yang pertama menyadari kesalahpahaman ini langsung tertawa sendiri. Sementara, Evelyn tak sedetik pun mengalihkan pandangan herannya.

"Kamu baik-baik saja, Re?"
Mulut Rea berhenti tertawa. Matanya memandang lekat wajah cantik di hadapannya. Sebuah kalimat yang mewakili seluruh perasaan akhirnya dikatakan Rea di sela riuhnya suara hujan. Evelyn terkejut, lalu tersenyum seraya menundukkan wajahnya yang merah merona.

Courtesy:
Bogi Yuniar Rachman - Jawa Pos

14 Feb 2008

How to Create an Emergency Windows Rescue CD

This article describes how you can go about creating an emergency bootable Windows rescue CD or DVD. You can boot from this CD / DVD into a Windows environment that is located directly on the CD/DVD without needing a working hard disk. From there, you can access your hard disks to recover data, do antivirus scans, backup your system, fix errors and so on. This is so even if your hard disk is formatted with the NTFS file system, which is commonly used as the default file system on Windows XP and Vista nowadays.

Why Create an Emergency Bootable Rescue CD/DVD?
An emergency bootable Windows Rescue CD or DVD allows you to do the following:

  1. Boot a working Windows system from a CD/DVD even when your entire hard disk or computer system is unbootable. Depending on the programs you place on the bootable Windows rescue CD, you can even surf the Internet, view/display powerpoint slides, write basic ASCII text files, burn CDs, etc, in that system. It will be excruciatingly slow though (since it will be running from a CD and not a high speed hard disk), but in an emergency, it may be just what you need to get work done even when your entire system has crashed.
  2. Recover data from a hard disk that can no longer boot - for example, you can copy your important files from that hard disk to a floppy disk or flash drive even if you can no longer boot into Windows from the disk. You can also run file and data recovery software to undelete files that you have accidentally deleted. Running such programs from a bootable Windows rescue CD environment is safer because the running Windows system will not overwrite the space previously occupied by your already deleted files (unless you specifically write files there).
  3. Scan the hard disk for viruses and remove spyware, trojans and other malware that elude your antivirus software when Windows is loaded. Sometimes, viruses, trojans and other malware are embedded so tightly into your operating system that when you boot Windows the normal way, the virus is also loaded and cannot be detected or removed by antivirus software running in that system. In such a case, you might want to start up Windows from a clean source like a bootable Windows rescue CD and scan the hard disk from there.
  4. Defragment files on a hard disk that cannot be defragmented when Windows is loaded from the hard disk. The emergency Windows boot CD that you create here will have the default Windows defragmentation utility. However, booting from the CD will allow you to defragment certain files on your hard disk that you normally will not be able to defragment, like the page file, hibernation file, etc. (Note, though, that one or more of the utilities listed on the Free Defrag Tools page will allow you to do this even without an emergency boot disk.)
  5. Backup and restore your hard disk from an environment that will not interfere with the backup or restoration process. While most modern backup and imaging programs will allow you to backup a system even when it is running, they often require you to reboot to an emergency disk to restore the system disk.
It's best to create your emergency Windows rescue CD before disaster strikes, so that you have it handy when you need it.

What's Wrong with the Startup Disk Created by Windows?

In the old days of MSDOS and Windows 9x/ME, it was a trivial thing to create a bootable rescue disk. Simply format a floppy disk and include the MSDOS system files and you immediately had a disk from which you could boot should the system on the hard disk fail. In fact, Windows 95, 98 and ME had an easy-to-use interface to create an emergency startup disk for you. Windows 98 and 98 Second Edition even load a number of useful drivers onto the disk when you use that facility.
Now, with Windows XP, even though the facility to create a startup disk is still there, such a bootable floppy disk is no longer useful. Firstly, many systems are formatted with the NTFS file system. The MSDOS floppy that is created by Windows does not have the necessary drivers for you to access hard disks and partitions formatted with this file system. As a result, such a startup disk or emergency boot disk is next to useless for the typical uses of such things - to recover data, to scan for viruses, to backup your system, to backup or defragment the system, etc. Sure, you can always locate and load third party NTFS DOS drivers, but how useful is that? After the drivers are loaded, you hardly have any RAM left in the 640 kb RAM that MSDOS programs can use to do much else. Furthermore, all the modern recovery programs that you want to use, like antivirus software, data recovery (undelete and unformat) programs, backup software, defragmenters, etc, are Windows programs. They will not run in such an environment.
To recover from the failure of a modern Windows system, you need a modern Windows rescue CD.

Requirements

The following things are needed before you begin.
1. A Windows XP SP 2 setup CD or DVD
You will need your XP setup CD to create the bootable rescue disk.
If you bought a computer system with Windows XP Service Pack 2 ("SP2") preloaded but without a setup disk, all is not lost. Check your hard disk for a I386 directory at the top of drive C:. That is, check to see if you have a non-empty C:\I386 directory. If you do, you can use that directory instead of a Windows setup CD.
If you have already created a Windows setup CD using my guide How to Create a Bootable Windows XP Setup CD/DVD on a Preinstalled Windows System you can simply use the setup CD that you created for this purpose. The disk must have XP with Service Pack 2 (not earlier).
If your Windows setup CD/DVD is for an XP version earlier than Service Pack 2, you will need to slipstream service pack 2 into your setup CD. Follow the procedure given in my guide to create a new bootable Windows setup disk with service pack 2 slipstreamed, but instead of looking for an I386 folder on your hard disk, just drag the I386 folder from your existing pre-Service Pack 2 setup CD. Then slipstream service pack 2 as mentioned in that guide, and follow the rest of the steps to burn a new setup CD with service pack 2 integrated.
If your computer system came preloaded with a version of XP that pre-dates Service Pack 2, you will also have to follow my guide to create a bootable Windows setup CD with service pack 2 slipstreamed and use the setup CD later.
Note that if you have a choice between using a retail version of Windows XP and the version that came with your computer (known as an OEM version), you should use the retail version. The OEM versions of Windows XP sometimes have modifications made by the computer manufacturer that cause problems when creating a Windows rescue disk.
2. BartPE Builder
BartPE is the free software that you will be using to create the bootable "live" Windows rescue disk. Download it now and save the file somewhere on your hard disk. The steps that follow will assume that you have already downloaded the file.
3. Sherpya's XPE
XPE is an addition to BartPE (that is, a "BartPE plugin") that allows you to have a Windows-like desktop, Windows Explorer and other Windows tools (like the disk defragmenter) when you boot to the rescue environment. Please download it now. The file to download has a name like "xpe-1.0.7.cab", which basically means XPE version 1.0.7. Get the latest version available. There's no need to download the other things listed there.
Save the file somewhere on your system. I will assume that you have already obtained this file in the steps that follow.
4. A CD-R or CD-RW
I recommend you use a rewriteable medium (CD-RW) instead of a write-once only medium (CD-R), so that you can always reuse the CD again if you make a mistake. The disk you will create in this guide is also only a rudimentary disk with only certain basic software. After you have successfully created this disk, chances are that you will want to augment the disk with your favourite software later, so it makes sense to use a rewriteable to avoid wasting a lot of CDs.

How to Create a BartPE Rescue Disk with Integrated XPE
  1. Before you begin, if you are using a Windows setup CD and not your preloaded "C:\I386" directory, make a folder on your hard disk, call it "XPSETUP" or something, and drag everything from your Windows setup CD into that folder. Although this is not strictly required, it will speed things up and allow you to avoid problems later when BartPE tries to burn your rescue disk and finds your Windows setup disk in the drive.
  2. Create another folder somewhere on your hard disk and call it "rescue" or some other name if you wish. This folder will contain the working files for creating your Windows "live" CD. I shall assume that you named the folder "rescue" in this tutorial.
  3. Double-click the BartPE file you downloaded earlier. For example, if the file was named "pebuilder3110a.zip", double-click it. Drag all the contents from this folder into the "rescue" folder that you created earlier.
  4. Look in the "rescue" folder which should now be populated by the files you extracted from the BartPE zip archive. Double-click the "plugin" directory/folder to open it. Right-click somewhere in the blank space in the folder and click the "New" item in the menu that appears, followed by the "Folder" item. Windows Explorer will create a new folder with the name "New Folder" highlighted. Rename the folder "xpe" by simply typing over the highlighted words "New Folder". If you accidentally clicked elsewhere so that "New Folder" is no longer highlighted, click it again, hit the F2 button on your keyboard and type the new name. Hit the Enter key on your keyboard when you are done. Double-click the "xpe" folder. It should be empty for now.
  5. Double-click the XPE cab file that you downloaded earlier. This is the file named "xpe-1.0.7.cab" or the like. Drag all the files in the window that appears to the empty "xpe" folder that you opened in the previous step.
  6. Click the up arrow on the Explorer window until you are viewing the "rescue" folder again. If you don't know what I mean, simply close all the open windows on your desktop then double-click the "rescue" folder to open it.
  7. You should be able to see a red icon with the word "PE" in the picture, labelled "pebuilder" or "pebuilder.exe". Double-click it to start up the BartPE PE Builder program.
  8. Read the licence agreement, and if you agree, click "I agree". Note that if you do not agree, you will not be able to carry on with the steps that follow.
  9. A dialog box will appear asking if you want it to "Search for Windows installation files". Since you have already copied your Windows setup CD files onto your hard disk earlier, and you know where it is, you should click "No". The process of searching for the files takes a long time - it's much faster to specify the location of the Windows installation files manually.
  10. In the displayed dialog box, if you clicked "No" in the previous step, you will be greeted with a blank field for the "Source". Click the "..." button beside the empty "Source" field. In the dialog box that opens, select the folder where you copied your Windows setup disk files. Click OK. If you do not have a Windows CD/DVD drive, but have a folder named "C:\I386" on your hard disk containing the Windows setup files, select drive C: in the dialog box that opens. Note that I said to select drive C: and not C:\I386. PE Builder will automatically get the files from the I386 folder of the drive you specify.
  11. In the "Media output" section, select "Burn to CD/DVD".
  12. Click the "Plugins" button at the bottom of the window.
  13. In the window that appears, you will see a list of programs prefixed by "Yes" and "No". "Yes" means that that particular program will be included on your rescue CD, and "No" means that it won't. Not all programs listed here are actually available - some of them require that you buy the software yourself and manually include it here. For example, Nero Burning Rom is a commercial DVD/CD burning software that you have to pay for and manually copy the relevant files into the appropriate folder. Other programs conflict with Sherpya's XPE software which we will be using. Click the "A43 File Management Utility" line. It will be highlighted. Click the "Enable/Disable" button at the bottom of the window. You will see that the "Yes" flag changes to "No". Although "A43" is free and included in the default BartPE installation, it is redundant since XPE automatically bundles in Windows Explorer. In the same manner, do the same for the following items. Note: to enable or disable the item, simply click the "Enable/Disable" button. The button acts as a toggle - clicking it when it is enabled will disable it and vice versa.

    @ Bart's Stuff Test (free edition) - disable this. It is used to stress test hard disks.
    • BartPE Installer v2 - disable this. It is used to install BartPE onto your hard disk.
    • Drive Snapshot - disable this. This is a useful commercial backup and restore program. Alas, the trial copy that comes with BartPE has expired, so unless you are prepared to buy the program, it's pointless to include it.
    • Nu2Shell - disable this. We will be using XPE instead.
    • PENETCFG: Automatically start PE Network configurator - disable this. Not needed since we have XPE.
    • PENETCFG: PE Network configurator (the Truth) - disable this. Not needed since we have XPE.
    • RpcSS needs to launch DComLaunch Service first - SP 2 only - enable this.
    • Startup Group - disable this. Not needed since we have XPE. When you are done, click the "Close" button.
  14. Place a blank CD-R or CD-RW into your CD/DVD drive. Click the "Build" button. A message box asking you whether you want to create a directory will appear. Click "Yes". Read the Windows License that appears, and if you agree, click the "I agree" button. A new window showing the progress of PE Builder will be shown.
  15. If you receive error messages when the process stops, you can use the "<<" and ">>" buttons at the bottom of the window to step through the errors. Errors like "Error: SetupDecompressOrCopyFile()" means that your setup disk is missing some files. One possible reason is that you are not using Windows XP Service Pack 2 for your source. There's no solution to that other than to use the procedure described in How to Create a Bootable Windows XP Setup CD/DVD on a Preinstalled Windows System to slipstream Service Pack 2.
  16. If all goes fine, PE Builder will start burning the burning the CD-R or CD-RW when it finishes collecting the files. When it is finished burning and verifying the disk, and you see the words "Building done..." (among other things) in the window, click the "Close" button and quit PE Builder.
  17. 17. Reboot your computer with the Windows rescue CD in the drive to test your Windows "LiveCD". Note that the startup sequence is extremely slow, since you are booting from a CD and not a fast hard disk. Likewise, loading and running programs from the rescue disk also takes longer. This is normal for a modern operating system running from a CD.
The default BartPE with XPE disk that we created has a "classic" Windows theme. The taskbar is on the top of the desktop, but you can drag it down to the bottom if you wish. If the taskbar disappears from the screen, just move the mouse to where the taskbar is supposed to be and it will reappear. We will fix this behaviour and customize the rescue disk further in another tutorial.
Congratulations. You have created a working Windows rescue disk, far more useful than the "startup disk" created by Windows. With this CD, you can already rescue files from an NTFS system, defragment the hard disk and even surf the Internet!

Tutorials from http://www.howtohaven.com/.